Minggu, 07 Januari 2024

Berdamai

Dendam di hati yang terus menyulut. 

Dia lebih memilih menepi dan menyembuhkan luka-lukanya. 

Baginya, seburuk apapun perlakuan mereka tetaplah manusia. 

Dia menyadari bahwa kondisi memaksa mereka menjadi orang yang hilang nurani. 

Dia ingin terbebas dari kungkungan dan dendam yang terus merantai. 

Dia ingin sembuh..

Pada akhirnya nanti memang tak akan pulih sempurna, setidaknya dia sudah berusaha. 

Tangannya menengadah ke langit dengan penuh pengharapan. Dia percaya Tuhan tidak akan ingkar janji. Tuhan tidak akan mengujinya jika dia tidak sanggup menyelesaikan dan melewatinya. 

Dia kembali menuju-Nya dengan kepingan hati yang tidak lagi utuh. 

Dia akan mencoba untuk terus berdamai dengan masa lalunya, menghilangkan segala kebencian.

Dalam kepayahan

Dalam kedukaan

Dalam kesakitan

Ia harus sembuh. 

Dia ingin dunia yang baru dengan hati yang telah utuh untuk melanjutkan kehidupan. 

Meskipun terasa tidak adil baginya, dia memahami bahwa tanpa adanya luka manusia tidak akan bertumbuh dengan sempurna. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً Mengiklaskan rasa sakit yang ga pernah...