Sederhananya rasa bahagia dan kecewa sudah ditentukan kadarnya masing-masing dalam hidup, tak ada yang lebih besar salah satu, keduanya telah diatur dalam komposisi yang benar-benar menyatu. Apa yang kamu sedihkan hari ini? Bukankah esok kebahagiaan sudah dijanjikan datang lagi?
Wajar bila kamu sakit, wajar bila kamu jatuh, wajar bila kamu dicerca dan wajar bila kita menerima itu semua. Sebab kita adalah manusia, dan tak apa sesekali untuk tidak baik-baik saja.
Esok kamu lebih tegar dari yang sebelumnya, esok malam bintang akan tampak lebih indah dari biasanya. Tak apa, mengeluh saja sesuai mau mu, itu sebabnya aku, kamu dan kita semua diciptakan sebagai makhluk yang sigap menerima pilu.
Bila kamu bahagia nanti, jangan lupa untuk bersyukur dan tetap membumi. Tanah tetap tak akan terbang terlalu tinggi dan tanah juga tak akan jatuh terlalu rendah, tetap di tengah; ketentuan baik dan buruk akan selalu ada dimana pun tahapan hidupmu berada.
Hey…
Aku memang tidak mengerti benar seberat apa hari yang kamu jalani, aku pun tidak mengerti benar kecewa apa yang sedang kamu coba maklumi.
Tapi, semoga seburuk dan seberat apapun jalannya, percaya bahwa Allah itu Maha Baik selalu ada dalam hati yang kamu punya. Setidaknya percaya bahwa setiap masalah yang ada pasti punya tujuan baiknya. Entah itu untuk mendewasakan atau untuk mengajari sesuatu.
Yuk semangat, nanti hal hal baiknya akan mengikuti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar